Pembangunan Ibu Kota Baru Solusi Hadapi Tantangan Perkotaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pembentukan ibu kota baru atau IKN menjadi kota cerdas dinilai menjadi solusi dalam menyelesaikan tantangan perkotaan di masa depan. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang PUPR dan Infrastruktur Insannul Kamil.

Menurutnya mengatakan bahwa teknologi digital menjadikan IKN menjadi kota cerdas atau smart city.

“Kenapa harus kota cerdas? Kota cerdas itu adalah salah satu solusi dalam menyelesaikan tantangan perkotaan di masa depan, terutama isu urbanisasi,” ujarnya di Jakarta.

Isu dan permasalahan perkotaan di Indonesia saat ini menjadi begitu kompleks, terutama kota metropolitan seperti Jakarta, melibatkan sejumlah besar masyarakat perkotaan dan pemerintah pengelola kota.

“Kota cerdas merupakan sebuah strategi alami yang akhirnya mengurangi masalah yang muncul akibat urbanisasi yang cepat dan pertumbuhan populasi perkotaan yang sangat tinggi,” katanya.

Kota cerdas, lanjutnya, merupakan solusi efektif, efisien dan berkelanjutan atas tantangan dan permasalahan yang terus meningkat dan dihadapi perkotaan di masa depan.

“Pembangunan IKN Indonesia diarahkan pada terwujudnya kota dengan fasilitas infrastruktur yang ramah lingkungan, cerdas (smart), indah dan berkelanjutan (sustainable) karena terkait dengan Sustainable Development Goals, khususnya terkait dengan kota serta permukiman yang berkelanjutan dan penanganan perubahan iklim,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini