Pelonggaran PPKM Darurat Jangan Sampai Jadi Sia-Sia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Rencana melonggarkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat harus dihitung betul. Jangan terlalu dini karena akan membuat semua pencapaian akan sia-sia.

Hal itu diungkapkan Ketua Satgas Penanganan Covid19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban seperti pesan yang diterima Mata Indonesia News, Kamis 22 Juli 2021.

“Jika salah langkah, kita berisiko menjadi Sisyphus, yang mengulangi tugasnya sia-sia: mendorong batu ke puncak, hanya untuk menggelinding ke bawah kembali,” ujar lelaki yang dikenal dengan Profesor Beri tersebut.

Dia juga menegaskan jika terlalu dini dilonggarkan kita akan mengulang-ulang tindakan yang sia-sia. Setiap baru berhasil mengendalikan pasti akan melonjak lagi, jika terburu-buru.

Saat ini beberapa daerah disebut sudah memperlihatkan hasil dari PPKM Darurat seperti tingkat pemakaian tempat tidur rumah sakit menurun.

Namun, angka kematian akibat Covid19 saat ini masih tetap terus meninggi, sedangkan penurunan kasus baru selalu dicurigai karena berkurangnya testing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini