Pejabat AS Konfirmasi Kapal Perang Rusia yang Tenggelam Kena Rudal Ukraina

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Ada sejumlah perdebatan mengenai tenggelamnya kapal penjelajah berpeluru kendali Rusia, Moskva di Laut Hitam. Kapal Moskva merupakan simbol dominasi negara di kawasan itu dan mesin perang yang kuat yang telah digunakan untuk meluncurkan rudal jelajah presisi jauh di dalam Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa kapal Moskva tenggelam saat ditarik ke pelabuhan dalam badai setelah rusak parah akibat kebakaran. Namun, para pejabat Ukraina melaporkan pasukan mereka menyerang kapal itu dengan rudal anti-kapal Neptunus.

Kini, para pejabat Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi dua rudal Neptunus buatan Ukraina telah menghantam kapal itu dan menewaskan sejumlah pelaut yang tidak diketahui dan mengirimnya beserta persenjataannya ke dasar Laut Hitam.

Tenggelamnya kapal Moskva merupakan pukulan telak bagi armada Rusia dan demonstrasi dramatis dari era perang saat ini di mana rudal yang ditembakkan dari pantai dapat menghancurkan kapal terbesar dan paling kuat sekalipun.

Itu juga merupakan kerugian tempur paling signifikan bagi angkatan laut mana pun sejak 1982, ketika Angkatan Udara Argentina menenggelamkan kapal perusak peluru kendali Inggris dan kapal lainnya selama Perang Falklands atau Malvinas.

Rudal jelajah Rusia telah digunakan untuk menghancurkan gedung-gedung apartemen di kota-kota Ukraina, dan senjata Moskva telah menembaki Pulau Ular Ukraina. Platform rudal paling kuat Kremlin tidak mungkin untuk diganti dan tenggelamnya kapal tersebut merupakan serangan balik yang berani, kata pensiunan perwira militer AS.

Kapal Moskva menginspirasi kekaguman pada mereka yang melihatnya — penuh dengan rudal dan menjulang di atas lanskap, dan merupakan perwujudan kekuatan Rusia di wilayah tersebut selama beberapa dekade.

“Itu adalah kapal yang sangat mengesankan,” kata pensiunan Laksamana Muda AS, Samuel J. Cox, yang menjabat sebagai Direktur Komando Sejarah dan Warisan Angkatan Laut di Washington.

“Dengan peluncur rudal permukaan-ke-permukaan itu, dia benar-benar terlihat berbahaya. Tapi rupanya, dia tidak bisa menerima serangan,” sambungnya, melansir New York Times, Sabtu, 16 April 2022.

Tenggelamnya kapal memiliki kepentingan simbolis, diplomatik dan militer. Dan kapal-kapal milik Rusia telah didorong lebih jauh dari pantai Ukraina, pejabat AS mengkonfirmasi dengan syarat anonim untuk membahas penilaian intelijen perang.

Analis angkatan laut telah khawatir selama bertahun-tahun bahwa generasi baru rudal pembunuh kapal akan membahayakan kapal besar dan penting seperti Moskva atau armada kapal induk Amerika Serikat. Tenggelamnya Moskow adalah tanda yang jelas bahwa masa depan telah tiba.

Kapal Moskva dirancang sebagai pembunuh. Konstruksi kapal, awalnya dikenal sebagai Slava, dimulai pada 1976, dan mulai beroperasi pada 1983. Dibangun oleh Uni Soviet untuk menenggelamkan kapal induk AS, kapal Moskva dipersenjatai dengan rudal yang mampu menyerang pesawat, kapal, dan kapal selam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini