Pawai Natal di AS Berubah menjadi Insiden Mengerikan

Baca Juga

MATA INDONESIA, WISCONSIN – Sebuah kendaraan menabrak parade Natal di Kota Waukesha, Wisconsin, Amerika Serikat (AS) pada Minggu (21/11). Insiden tersebut menyebabkan beberapa orang meninggal dunia dan 20 orang lainnya mengalami luka.

Para pejabat setempat mengatakan bahwa 11 orang dewasa dan 12 anak-anak dilarikan ke rumah sakit dengan beberapa meninggal dunia. Namun, pihak berwenang menolak untuk mengatakan secara detail bagaimana mereka meninggal.

Sebuah video live pawai dari kota Waukesha, serta video yang diambil oleh peserta pawai, menunjukkan sebuah SUV merah menerobos penghalang dan melaju kencang ke jalan raya tempat pawai berlangsung.

SUV itu terlihat dalam kecepatan tinggi dan menabrak anggota band serta pemandu sorak. Kendaraan itu juga menabrak banyak orang dan membubarkan kerumunan sebelum melaju.

Kepala Polisi Waukesha, Dan Thompson mengatakan departemennya telah menahan satu orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut dan telah menyita kendaraan yang digunakan. Thompson mengatakan belum mengetahui bahwa insiden ini ada kaitannya dengan terorisme.

Thompson menambahkan bahwa pengemudi SUV merah itu tidak menembakkan senjata dari kendaraan, seperti yang ditunjukkan beberapa laporan awal. Akan tetapi, seorang petugas telah menembaknya dalam upaya untuk menghentikannya.

Sebuah feed video langsung dari parade dari kota Waukesha, serta video yang diambil oleh peserta parade, menunjukkan SUV menerobos hambatan dan melaju ke jalan raya di mana parade berlangsung.

Pada konferensi pers, Kepala Polisi Waukesha, Dan Thompson mengatakan bahwa sekitar pukul 16.39, sebuah SUV merah melaju ke parade Natal di pusat kota.

Lebih dari 20 orang terluka akibat insiden ini, kata kepala polisi. Beberapa dibawa dari tempat kejadian melalui ambulans. Dia mengatakan bahwa kendaraan tersangka telah ditemukan dan penyelidikan sedang berlangsung.

“Ini insiden yang sangat tragis, sangat kacau. Tidak ada ancaman lain yang terlibat, tempat kejadian sekarang aman. Doa dan pikiran saya ditujukan kepada anggota keluarga. Kami memiliki seseorang yang kami minati saat ini,” kata Kepala Polisi Waukesha, Dan Thompson, melansir The Independent, Senin, 22 November 2021.

Video yang diposting ke akun Twitter Kota Waukesha pada Minggu sore waktu setempat, menunjukkan marching band, dan perempuan menari dengan pakaian meriah sementara banyak warga yang berdiri di sepanjang trotoar dan duduk di tepi jalan.

Angelito Tenorio, seorang anggota dewan West Allis yang mencalonkan diri sebagai bendahara negara bagian Wisconsin, mengatakan kepada The Associated Press bahwa dia sedang menonton pawai bersama keluarganya ketika mereka melihat SUV datang dengan kecepatan tinggi ke daerah itu.

“Kemudian kami mendengar ledakan keras,” kata Tenorio. “Dan setelah itu, kami hanya mendengar tangisan dan jeritan memekakkan telinga dari kerumunan, dari orang-orang di pawai. Dan orang-orang mulai bergegas, melarikan diri dengan air mata di mata mereka menangis,” tuturnya.

Tenorio mengatakan dia melihat sekitar 10 orang, anak-anak dan orang dewasa tergeletak ditrotoar yang tampaknya ditabrak kendaraan tersebut.

“Itu terjadi begitu cepat. Itu cukup mengerikan,” kenangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Oleh: Jaya Abdi Keningar *) Sekolah Rakyat tidak lahir sebagai proyek pendidikan biasa. Ia hadir sebagai jawaban ataspersoalan yang selama puluhan tahun menjadi simpul ketimpangan pembangunan manusiaIndonesia: kemiskinan ekstrem yang diwariskan lintas generasi melalui keterbatasan aksespendidikan bermutu. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi belajar, melainkan ruang perubahan, tempat negara secara sadar mencoba memutus rantaiketertinggalan dari hulunya. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang denganpendekatan yang menyentuh akar persoalan sosial. Pendekatan ini menjelaskan mengapaleading sector program ini berada di Kementerian Sosial, bukan semata di kementerianpendidikan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai desain tersebut sebagaipilihan kebijakan yang logis karena sasaran utama Sekolah Rakyat adalah kelompok desilsatu dan dua, masyarakat miskin ekstrem yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikanreguler. Menurutnya, orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagaiinstrumen mobilitas sosial, bukan hanya pemenuhan administratif. Dalam perspektif pendidikan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma negara. Pendidikan tidak lagi dipahami semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagaistrategi intervensi struktural untuk memperbaiki kualitas hidup. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa tujuan pembangunan bukanlah mengejarstatus negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan rakyat hidup layak, makan cukup, sehat, dan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik. Penempatan Sekolah Rakyat dalamkerangka besar Asta Cita menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sejajar denganswasembada pangan dan energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Namun, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru terletak pada kualitas proses belajar itusendiri. Banyak anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa beban ketertinggalan literasiyang serius. Dalam dialog publik bertema “Menjaga Literasi Sekolah Rakyat” di TVRI,Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi tidak bolehdipersempit hanya pada kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan mengolahinformasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pandangan ini menegaskan bahwaliterasi adalah inti dari transformasi, bukan pelengkap kebijakan. Di sinilah perpustakaan Sekolah Rakyat mengambil peran strategis. Perpustakaan tidak lagidiposisikan sebagai ruang sunyi penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa stigma. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketikaperpustakaan dikelola secara aktif, dengan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kelas menulis, anak-anak yang semula pasif mulai berani menyampaikan pendapat. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam angka, tetapi sangat menentukan arahmasa depan mereka. Pendekatan hibrida yang menggabungkan buku cetak dan teknologi digital juga menjadikunci adaptasi Sekolah Rakyat dengan realitas zaman....
- Advertisement -

Baca berita yang ini