Luhut Lega, Cibiran Terhadap Sirkuit Mandalika Lenyap Seketika Berkat WSBK

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Cibiran terhadap pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit dirasakan Menteri Luhut Pandjaitan lenyap ditutup kesuksesan penyelenggaraan World Superbike (WSBK) 19-21 November 2021.

“Setelah ini, saya sadar tugas besar menanti pemerintah yaitu bagaimana kami dapat terus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di wilayah ini mengingat Mandalika juga menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Merapihkan apa yang belum tuntas mulai dari akses transportasi, penginapan hingga sarana yang ada,” ujar Luhut yang dikutip Senin 22 November 2021.

Keberhasilan penyelenggaraan WSBK juga menandai berakhirnya 24 tahun penantian Indonesia untuk menggelar balapan otomotif tingkat dunia.

Indonesia terakhir kali menggelar balapan sepeda motor internasional WSBK pada 1997 di Sirkuit Sentul dengan John Kocinski memenangi balapan pertama dan balapan kedua dimenangkan Carl Fogarty.

Tak heran, rasa bahagia Luhut diungkapkannya dengan panjang lebar melalui akun media sosialnya.

Apalagi, sebelumnya Mandalika adalah destinasi wisata super prioritas yang tidak populer. Namun dengan hadirnya sirkuit jalan raya tersebut, menurut Luhut nama Mandalika menjadi buah bibir seantero negeri bahkan hingga mancanegara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini