Pasar Inpres di Pasar Minggu Terbakar, Puluhan Damkar Dikerahkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-23 mobil pemadam dikerahkan oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan untuk menangani kebakaran yang melanda Pasar Inpres di Pasar Minggu.

“Jumlah personel yang dikerahkan sekitar 120 orang,” kata petugas piket Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan Suparno dikonfirmasi di Jakarta, Senin 12 April 2021.

Gulkarmat menambah jumlah mobil pemadam dari awalnya sembilan unit menjadi 23 unit untuk mempercepat pemadaman. Dia menjelaskan, kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB yang diduga berasal dari bagian lantai bawah tanah (basement) pasar yang berlokasi di Jalan Pasar Minggu itu.

Tim pemadam kebakaran kemudian langsung mendatangi pasar tersebut dan tiba pukul 18.35 WIB atau sekitar lima menit berselang setelah laporan diterima.

Hingga saat ini, petugas masih berupaya memadamkan si jago merah. Petugas juga belum mengetahui penyebab kebakaran pasar tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini