Pandu Patria Sjahrir, Ponakan Luhut Masuk Jajaran Komisaris BEI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Pandu Patria Sjahrir masuk dalam daftar dewan komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI). Pandu sebenarnya bukanlah sosok sembarangan. Ia ternyata adalah keponakan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Kehadiran Pandu untuk mengisi salah satu kursi komisaris BEI disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI yang digelar pada Senin, 31 Agustus 2020.

Pandu merupakan anak dari Ekonom Sjahrir sekaligus keponakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.

Dia juga lebih dikenal sebagai Direktur PT Toba Bara Sejahtra Tbk, perusahaan batubara milik Luhut. Ia juga menjabat Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI).

Tak hanya itu, ternyata Pandu juga tengah asik berkecimpung di dunia ekonomi digital. Dia aktif menjadi investor bagi perusahaan-perusahaan startup.

Berikut susunan Lengkap komisaris BEI 2020-2023 :

Komisaris Utama : John A. Prasetio
Komisaris : Mohammad Noor Rachman Soejoeti
Komisaris : Heru Handayanto
Komisaris : Karman Pamurahardjo
Komisaris : Pandu Patria Sjahrir

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini