Di Tahanan, Jerinx Minta IDI dan Kemenkes Teliti Kesehatannya, Ada Apa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dua minggu menjadi tahanan Markas Polda Bali, I Gede Ari Astana alias Jerinx menulis surat terbuka mengungkapkan berbagai hal, salah satunya meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atau Kementerian Kesehatan meneliti kesehatannya karena dia tidak terinfeksi Covid19.

Alasannya setiap hari dia melakukan kontak dengan ratusan bahkan ribuan orang bahkan pernah minum beramai-ramai di dalam satu gelas.

“Jika boleh saya memberi masukan sebaiknya IDI/Kemenkes meneliti kondisi saya untuk menemukan penjelasan ilmiah mengapa saya tidak terinfeksi Covid19. Saya siap lahir batin menjadi relawan agar bangsa yang saya cintai terbebas dari rasa takut yang berlebihan,” begitu pernyataan Jerinx melalui surat terbuka yang diunggah istrinya Nora Alexandra di instagram Jerinx, Kamis 27 Agustus 2020.

Jerinx berurusan dengan aparat penegak hukum belakangan ini karena dituding telah menyebarkan kebencian terhadap IDI.

Sebelumnya, IDI Bali melaporkan Jerinx SID ke Polda Bali terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Laporan itu terkait unggahan Jerinx dalam Instagram pribadinya, @jrx_sid, yang tertulis kalimat, “gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19.”

Terkait laporan itu, Jerinx mendatangi Polda Bali sebagai saksi untuk diperiksa, Kamis (6/8/2020). Jerinx mengatakan, dia tak ada niatan untuk menyakiti perasaaan IDI. Menurutnya status yang ditulis murni bentuk kritik sebagai warga negara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini