Pandemi Covid19 Pacu Riset dan Inovasi Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi Covid19 berhasil memacu riset dan inovasi menghasil produk-produk dalam negeri untuk menghadapi penyakit tersebut.

“Ini membuktikan semangat dan kerja keras berinovasi tetap bisa dihasilkan di masa pandemi. Komunitas riset dan inovasi harus terus berkontribusi untuk penanganan COVID-19,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Jumat 29 Januari 2021.

Menurutnya, mulai dari di hulu yaitu pemetaan genomik virus hingga ke hilir, Indonesia berhasil menghadirkan produk inovasi untuk menghadapinya terutama untuk mengupayakan protokol kesehatan dan 3t (testing, tracing and treatment/isolasi).

Sejumlah produk riset dan inovasi telah berhasil dikembangkan kita sendiri di antaranya ventilator BPPT35-LEN, GeNose, Uji Antigen Cepad, dan pengembangan Vaksin Merah-Putih.

Vaksin tersebut untuk melakukan vaksinasi nasional di tahun 2022 dengan tujuan mengurangi kebutuhan impor vaksin.

Airlangga menekankan, riset dan inovasi bukan hanya urusan Kemenristek/BRIN saja, tapi upaya bersama dari segenap Bangsa Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini