Gagal ke Semifinal, Greysia/Apriyani Terlalu Pede

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal melangkah ke semifinal BWF World Tour Finals 2021. Pelatih Eng Hian menyebut, anak asuhnya itu terlalu percaya diri.

Di laga pamungkas, Greysia/Apriyani dua gim langsung dari Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean (Malaysia), 13-21, 17-21. Padahal, di dua pertandingan sebelumnya Gresysia/Apriyani mampu meraih kemenangan.

Hari pertama mereka mengalahkan wakil Korea, Lee So Hee/Shin Seung Chan, 21-17, 22-24, 21-15. Sedangkan hari kedua, menyingkirkan Vivian Hoo/Yap Cheng Wen (Malaysia), 21-17, 21-7.

Dengan modal dua kemenangan ini, kans Greysia/Apriyani untuk maju ke semifinal sangat terbuka. Syaratnya, meskipun kalah, jika Greysia/Apriyani bisa mencuri satu gim, mereka akan lolos ke semifinal. Sayangnya, mereka justru kalah dua gim langsung.

Secara perhitungan, Greysia/Apriyani akhirnya gagal melangkah ke semifinal. Pasalnya, sesuai regulasi, apabila ada dua pasangan yang memiliki jumlah match dan games yang sama, maka ditentukan bagaimana head to head kedua pasangan tersebut. Baik Greysia/Apriyani dan Mei Kwan/Meng Yean, matchnya sama, yaitu 2-1, dan gamesnya pun sama, yaitu 4-3.

Meskipun secara poin, Greysia/Apriyani memiliki jumlah total poin (136-122) lebih unggul dari wakil Malaysia yang 126-124. Namun, dari head to head di pertandingan terakhir mereka kalah melawan Mei Kwan/Meng Yean. Akhirnya, sesuai aturan, yang lolos ke semifinal adalah wakil dari Negeri Jiran tersebut.

“Greysia/Apriyani hari ini tidak siap mental untuk bertanding, ada perasaan terlalu confidence di awal pertandingan. Ini yang malah menjadikan bumerang untuk mereka sendiri, pada saat mereka tidak dapat mengatasi situasi di lapangan,” ujar Eng Hian, Jumat 29 Januari 2021.

“Tidak ada penurunan (fisik atau menatal). Masalahnya hanya tidak menunjukkan mentalitas sebagai pemain juara. Seharusnya pemain selevel mereka sudah lebih berpikir positif,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini