Pamer Ketemu PM Hungaria, Jurnalis Australia Justru Sindir Sandiaga Uno Anti-Islam

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pamer bertemu dan memuji Perdana Menteri (PM) Hungaria, Orbán Viktor, calon wakil presiden yang juga pebisnis kondang Sandiaga Salahuddin Uno malah disindir jurnalis ABC News, Max Walden. Sandi yang didukung suara Islam justru bertemu dengan pemimpin yang sangat keras menentang Islam.

Walden menyindir melalui kolom komentar akun twitter Sandi seperti ingin mengungkapkan bahwa Sandi seperti tidak memedulikan kenyataan bahwa Victor Orbán pernah membuat pernyataan Hungaria akan menghentikan “serbuan Muslim” ke negara itu.

Sandi melalui akun twitternya memang menyebut Orbán adalah tokoh hebat dan dia akan terus mengusahakan kerja sama bukan hanya antarpemerintahan tetapi juga antarpebisnis.

“Defeated Indonesian VP candidate and wealthy businessman Sandiaga Uno meets the “great” Hungarian PM Victor Orbán, a vehemently anti-Islam leader who’s said his country wants to stop “Muslim invaders,” begitu pernyataan Walden yang dikutip Senin 30 September 2019.

Meski begitu, Sandi bukan hanya membuat status. Dia bahkan memamerkan foto bersama Victor Orbán.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini