Orang Indonesia Sering Tak Sadar Gunakan AI Setiap Hari

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebenarnya bukan cuma seperti gambaran Jarvis di Film Iron Man, kita tidak sadar sekarang sudah hidup dengan teknologi canggih tersebut.

AI itu adalah mesin atau sistem yang diberi kecerdasan seperti manusia sehingga sistem itu bisa berperilaku layaknya manusia.

“Kita selalu menganggap AI itu adalah robot yang canggih. Sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sudah banyak menggunakan AI tetapi kita sendiri tidak sadar,” ujar Sekretariat Pusat Inovasi Kecerdasan Artifisial (PIKA) BPPT, Dr Dini Fronitasari ST MT saat berbincang dengan Mata Indonesia Televisi yang dilihat, Selasa 22 Juni 2021.

Hal sederhana adalah kemampuan AI menyodorkan film yang kita gemari. Misalnya saat kita mengakses film di Netflix, AI sudah bisa mengelompokkan film jenis apa yang kita minati.

Maka, kita akan terheran-heran saat melihat home personalized kita muncul pilihan judul film dengan tema-tema kegemaran kita.

Menurut Dini, itulah hasil kerja AI yang bisa kita jumpai setiap hari dalam kehidupan kita masing-masing.

Hal senada diungkapkan Meidy Fitranto koordinator PIKA BPPT. Menurutnya, layanan chat bot yang sering kita jumpai dan gunakan adalah salah satu AI dalam kehidupan sehari-hari.

Bahasan lebih dalam lagi soal AI bisa disaksikan pada acara People Talk di akun YouTube Mata Milenial Indonesia TV melalui link ini:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonomi Rakyat dan Rupiah: Kuat Lewat Kebijakan Stabilisasi yang Terukur

Oleh: Dhita Karuniawati )*Di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta perubahan arah kebijakan moneter negara-negara maju, Indonesia menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional. Namun, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwafondasi ekonomi Indonesia relatif mampu bertahan dari berbagai tekanan eksternal. Salah satu faktor utama yang mendukung ketahanan tersebut adalah kebijakanstabilisasi ekonomi yang dijalankan secara terukur dan terkoordinasi.Stabilitas ekonomi bukan sekadar persoalan angka-angka makro seperti pertumbuhanekonomi, inflasi, atau nilai tukar rupiah. Di balik itu, terdapat kepentingan yang lebihbesar, yakni menjaga daya beli masyarakat, memastikan keberlangsungan usaha mikrodan kecil, serta menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Oleh karena itu, setiapkebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah perlu memiliki orientasi yang jelasterhadap kesejahteraan rakyat.Nilai tukar rupiah sering kali menjadi indikator yang mendapat perhatian luas darimasyarakat. Ketika rupiah mengalami tekanan, dampaknya dapat dirasakan oleh berbagai lapisan ekonomi, mulai dari kenaikan harga bahan baku impor hinggameningkatnya biaya produksi. Sebaliknya, rupiah yang stabil memberikan ruang bagipelaku usaha untuk merencanakan kegiatan bisnis dengan lebih baik dan menjaga harga barang tetap terkendali.Dalam konteks inilah sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi sangat penting. Kebijakan fiskal yang adaptif mampu memberikan bantalan terhadap gejolakekonomi global, sementara kebijakan moneter menjaga stabilitas harga dan nilai tukar. Keduanya harus berjalan beriringan agar tujuan pembangunan ekonomi dapat tercapaisecara optimal.Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung mengatakan bahwa pemerintah telahmenyiapkan tiga strategi utama untuk menghadapi dinamika global. Strategi pertamaadalah mengarahkan belanja negara pada sektor yang lebih produktif guna mendorongpertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.Selain itu, pemerintah terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penguatanadministrasi perpajakan dan reformasi sistem perpajakan. Langkah ini dilakukan agar ruang fiskal tetap terjaga dan mampu mendukung berbagai program prioritas nasional. Di sisi pembiayaan, pemerintah juga melakukan diversifikasi sumber pendanaan untukmengurangi risiko dari gejolak pasar keuangan global.Menurut Juda Agung, efektivitas strategi tersebut tercermin dari berbagai indikatorekonomi yang tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada...
- Advertisement -

Baca berita yang ini