Omicron Bikin Kasus Covid-19 Naik, Prokes, dan Karantina Harus Ketat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) kembali mengeluarkan instruksi kepada daerah untuk menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3,2 dan 1 untuk mencegah tingginya lonjakan kasus Omicron, sedangkan edukator Covid-19 yang dikenal dengan dr. Koko menganjurkan disiplin protokol kesehatan dan karantina penuh.

Dokter muda yang memiliki nama lengkap dr. Andi Khomeini Takdir tersebut sangat yakin Indonesia terhindar dari gelombang ketiga Covid-19 dengan menerapkan dua hal tersebut dengan ketat.

“Disiplin dengan protokol kesehatan, menjaga jarak dan berjemur di bawah matahari, selain itu, mohon fungsikan penuh kekarantinaan di bandara, pelabuhan dan perbatasan negara,” ujar Koko yang dilihat Selasa 18 Januari 2022.

Menurutnya, meski angka kasus baru kini sudah tembus 1000 kasus dalam sehari, tetapi masih bisa menghindar dari gelombang ketiga dengan anjurannya tersebut.

Sementara Kementerian Dalam Negeri memperpanjang pemberlakuan dua Instruksi Mendagri soal PPKM untuk meningkatkan kewaspadaan kita terhadap tren naik Varian Omicron.

Apalagi pemerintah sudah memiliki prediksi puncak pandeminya di akhir Februari – awal Maret 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini