Nekat Jual Narkoba Via Online, Sepasang Kekasih Bisa di Dor

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktorat Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap penjualan narkoba via online. Pelakunya terancam hukuman mati.

Hasil pengungkapan tersebut, Bareskrim Polri berhasil mengamankan 41 kilogram ganja dari tangan sepasang kekasih yang ditangkap pada 10 Januari lalu.

”Ditangkap dua pelaku lelaki dengan inisial YMK berusia 33 tahun dan perempuan berinisial AR 24 tahun,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Bareskrim Polri, Senin 27 Januari 2020.

Kedua pelaku tersebut diringkus dikamar kost Lentera Residence kamar 35, Jalan Abuserin Nomor 17, Jakarta Selatan.

Asep menerangkan untuk menjalankan bisnisnya mereka menggunakan instagram. Akun untuk menjualnya beralamat @materilasap dan @drewmolid.smokehaus. Saat transaksi dilakukan, barang haram tersebut dimasukkan bungkus rokok.

Alat bukti yang dihadirkan dalam kasus tersebut antara lain kertas pembungkus ganja, korek gas, filter rokok, kemasan kaleng rokok, alat penghancur biji, tembakau rokok, isolasi plastik, alat vacum plastik, alat press plastik, dan timbangan digital.

Selain itu, kantong alumunium, plastik klip, stiker hitam, sarung tangan plastik, plastik bubble wrap, handphone, laptop, buku catatan, dan resi pengiriman paket.

Dua pelaku tersebut terancam pasal 144 aya (2) juncto Pasa 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati dan denda maksimal 10 miliar. (Widyo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini