Nakes Harap-Harap Cemas Hadapi Lonjakan Covid19 Akibat Libur Lebaran 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kapan Pandemi Covid19 ini akan berakhir? Tampaknya tidak dalam waktu dekat karena saat ini tenaga kesehatan (nakes), Satgas Covid19 serta seluruh pemangku kepentingan di Indonesia sedang khawatir terjadi ledakan kasus penyakit itu akibat mobilitas besar-besaran pada libur lebaran 2021.

Ditambah lagi bermunculannya varian baru hasil mutasi Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid19 yang berasal dari luar Indonesia seperti India, Inggris dan Afrika Selatan.

“Kabar baiknya, secara umum, vaksin-vaksin yang ada saat ini masih cukup efektif dalam menangkal dampak varian-varian baru ini. Kita juga bisa melihat bagaimana negara-negara yang berhasil melakukan vaksinasi secara masif & luas seperti Amerika Serikat & Inggris, mulai berhasil mengendalikan pandemi. Jadi masih ada harapan,” ujar vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe dalam pesan yang diterima Mata Indonesia News, Kamis 27 Mei 2021.

Dokter Dirga mengaku lega setelah mengetahui dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahwa banyak perbaikan dalam penaganan Covid19 di Indonesia sekarang, meski masih banyak lagi yang perlu diperbaiki.

Maka, kekhawatiran akan lonjakan akibat 1,5 juta penduduk Indonesia nekat mudik berharap tidak terjadi.

Selain itu belum seluruh mereka yang mudik sudah kembali ke Jakarta hingga kini, sehingga mempercepat vaksinasi tidak bisa ditawar lagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini