Munas MUI, Beberapa Nama Muncul Sebagai Calon Ketua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Majelis Ulama Indonesia (MUI) bakal mengelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 yang digelar pada 25-27 November 2020 di Hotel Sultan.

Salah satu agenda Munas adalah pemilihan Ketua Umum. Beberapa nama muncul sebagai calon ketua umum, di antaranya Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dan Ketua PP Muhammadiyah Prof. H. Syafiq A. Mughni.

Selain nama Syafiq Mughni, nama lain dari Muhammadiyah yang muncul sebagai kandidat ketua umum adalah Muhyiddin Junaidi hingga Anwar Abbas. Muhyiddin saat ini menjabat Wakil Ketua Umum MUI, sedangkan Anwar saat ini menjabat Sekjen MUI.

Selain itu, muncul nama Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar. Nasaruddin disebut sebagai kandidat perwakilan NU bersama Rais Aaam PBNU Miftachul Akhyar.

Ketua Steering Comittee (SC) Munas X MUI, Abdullah Jaidi, mengatakan biasanya ketua umum MUI diduduki oleh Muhammadiyah dan PBNU. Namun sampai saat ini, kedua ormas tersebut belum menyerahkan nama kandidat ketua umum.

Muhyiddin mengomentari namanya yang muncul sebagai kandidat ketua umum MUI. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada tim formatur.

“Betul sudah beredar di media, kami serahkan ke tim formatur kalau saya sekarang 67 tahun umurnya dan kalau memang diberikan amanah tugas itu kan bukan tugas kecil, tugas berat apabila lagi kita harus netral, MUI nggak boleh di kungkungan pemerintah karena bukan organisasi di bawah pemerintah, harus independen, harus netral,” ujarnya.

Muhyiddin mengatakan biasanya jika ketua umum dijabat oleh perwakilan Muhammadiyah, sekjennya berasal dari PBNU. Begitu pun sebaliknya, jika ketua umum dijabat PBNU, perwakilan Muhammadiyah akan menjabat sekjen.

Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI, Marsudi Syuhud, mengatakan nama Miftachul Akhyar memang kerap terdengar menjelang Munas MUI. Marsudi menyebut NU akan mengusulkan Miftachul sebagai ketua umum MUI selanjutnya menggantikan Ma’ruf Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini