Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh Pada 6 Mei 2019

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadhan bertepatan dengan tanggal 6 Mei 2019.

Penetapan itu dikeluarkan melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhamadiyah yang ditandatangani Ketua Umum Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto pada 16 Maret 2019.

“Penetapan itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tajrih dan Tajdid PP Muhammadiyah,” begitu bunyi Maklumat yang dirilis, 25 Maret 2019.

Selain 1 Ramadhan, PP Muhammadiyah juga sudah menetapkan tanggal 1 Syawal dan 1 Zulhijah 1440 Hijriah.

Tanggal 1 syawal akan jatuh pada 5 Juni 2019. Sedangkan 1 Zulhijah pada 2 Agustus 2019.

Penetapan 1 Ramadhan berdasarkan ijtimak jelang Ramadan 1440 H yang terjadi pada hari minggu atau Ahad Kliwon, 5 Mei 2019 M pukul 05:48:25 WIB.

Sedangkan penetapan 1 Syawal berdasarkan ijtimak jelang Syawal 1440 H yang terjadi pada hari Senin Wage, 3 Juni 2019 M pukul 17:04:46 WIB.

Ada pun 1 Zulhijah berdasarkan ijtimak jelang Zulhijah 1440 H pada hari Kamis Pon, 1 Agustus 2019 M pukul 10:14:35 WIB.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini