Moeldoko Akan Dampingi Petani Tingkatkan Produksi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Untuk meningkatkan ketahanan pangan, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan mendampingi setiap petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan produksi pertanian.

“Hal ini harus berjalan masif,” ujar Ketua HKTI Moeldoko yang juga menjabat Ketua HKTI di Jakarta, Selasa 26 Januari 2021.

Menurut Moeldoko sebelumnya HKTI sudah pernah melakukan hal serupa seperti saat pengembangan padi M-400 di Kabupaten Morotai.

Setelah mendapat pendampingan para petani setempat mampu menghasilkan 10,4 ton padi per hektar. Selain itu, varietas M-70 D.

Selain pendampingan, HKTI juga akan melakukan konsolidasi hingga ke gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Kemudian organisasi tersebut harus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan lembaga terkait dan pemangku kepentingan yaitu petani.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini