Menteri Prabowo Beri Apresiasi Tinggi pada Empat Menhan Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memberikan apresiasi yang tinggi kepada empat menteri pertahanan (menhan) empat negara karena solidaritas dan bantuan yang mereka berikan untuk menolong pencarian KRI Nanggala-402.

Keempat menteri pertahanan itu adalah Llyod Austin III dari Amerika Serikat, Peter Dutton dari Australia, Rajnath Singh dari India dan Dato Sri Ismail Sabri Yakoob selaku Menteri Pertahanan Malaysia.

“I would like to take this opportunity to express the gratitude and appreciation of the Indonesian Ministry of Defence and Armed Forces for the assistance offered and given to us by the our friends,” ujar Prabowo yang dikutip, Minggu 25 April 2021.

LIyod Austin dalam akun twitternya mengungkapkan kesedihan mendalam saat mendengar hilangnya KRI Nanggala-402 bersama 53 awak kapal.

Dia mengirimkan doa kepada Prabowo untuk keluarga awak kapal dan seluruh bangsa Indonesia atas kehilangan tersebut.

Saat ini, TNI AL sudah mengubah status kapal selam itu dari hilang kontak (submiss) menjadi tenggelam (subsunk).

Namun, kapal tersebut belum ditemukan. Hanya beberapa bagian kapal yang berhasil ditemukan karena mengapung di permukaan laut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini