Menteri Muhadjir Minta Lokasi Banjir Bandang Puncak Bogor Ditanami Tanaman Keras

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOGOR – Lokasi banjir bandang di Komplek Gunung Mas, Puncak Bogor diusulkan ditanami tanaman keras atau vetiver.

Usulan itu datang dari Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy saat melihat korban banjir bandang, Rabu 20 Januari 2021.

“Menanami pohon tanaman keras yang lebih diperpadat dan diperbanyak sehingga lingkungan bisa aman,” ujar Muhadjir saat didampingi Bupati Bogor, Ade Yasin.

Muhadjir mengaku PTPN pemilik lahan di Kawasan Gunung Mas itu sudah bersedia memperbanyak tanaman yang memiliki akar keras.

Menurut Muhadjir, kondisi lingkungan di Kawasan Gunung Mas dinilainya masih terawat dengan baik.

Dia mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi akibat curah hujan yang sangat luar biasa tinggi dan bertubi-tubi.

Peristiwa yang terjadi Selasa 19 Januari 2021 tersebut, menurut Ade Yasin, menyebabkan empat rumah dan satu warung rusak berat serta puluhan rumah lainnya terendam air banjir.

Sementara 180 keluarga yang terdiri dari 714 jiwa harus mengungsi akibat bencana alam tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini