Menteri Erick: Asabri Masih Aman, Tetapi Pemimpinnya Bisa Diberi Sanksi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menilai likuiditas Asabri masih aman dan terjamin serta asetnya masih bagus. Namun dia tetap bakal memberi sanksi kepada pemimpinnya yang tidak tidak berakhlak, memiliki loyalitas dan kerja tim yang baik.

“Jadi tidak ada issue cash flow itu berhenti, apalagi buat para prajurit, sudah pasti itu di-guarantee. Tetapi di sisi lain ketika ada investasi di saham, nah itu kan sama,” ujar Erick di Jakarta yang dikutip Kamis 16 Januari 2020.

Menurut Erick, kondisi tersebut karena Asabri adalah domainnya pemerintah sehingga cash flow -nya berasal dari Kementerian Keuangan dan konsisten diberikan.

Tetapi memang ada masalah investasi pada produk saham yang sama dengan Jiwasraya. Hal yang menjadi patokan pada masalah itu adalah persoalan “good coporate governance.”

Kementerian BUMN, hal itu diterjemahkan dengan pemimpin yang memiliki akhlak, loyalitas dan teamwork.

Semua pimpinan yang tidak menerapkan hal tersebut akan diproses, apakah dicopot atau diserahkan ke proses hukum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini