Menteri Erick Ajak Kita Setop Mengeluh

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir mengajak kita semua setop mengeluh dan saling menyalahkan. Dia mengajak kita semua bergotong royong saling bantu dan memberikan solusi.

“Sekarang waktunya bergerak, melakukan dari hal terkecil yang bisa kita lakukan. Banyak yang sedang kesulitan, bagi yang baik-baik saja bersyukurlah pada Allah SWT. ???,” begitu pernyataan Erick yang dikutip Jumat 27 Maret 2020.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo menegaskan Indonesia adalah bangsa besar, bangsa petarung, dan bangsa pejuang sehingga dia yakin kita sanggup menghadapi tantangan pandemi Covid19 ini dengan baik.

Presiden mengapresiasi gerakan masyarakat yang turut menyosialisasikan physical distancing atau menjaga jarak aman.

Dia juga terus mengingatkan seluruh pihak untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan itu seperti halnya pada pemakaman sang ibuda Sudjiatmi Notomihardjo.

Hal serupa juga diungkapkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto agar seluruh bangsa saling bergandeng tangan mengatasi penyebaran wabah ini di Indonesia.

Menurut dia, saat ini bukan saatnya untuk mengkritisi atau mencari kelemahan satu sama lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini