Mengenal Morolipi V.2, Robot Penjinak Bom Buatan LIPI

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkenalkan hasil karyaya sebuah robot penjinak bom yang diberi nama Morolipi V.2.

Morolipi adalah mobil robot penjinak bom yang mempunyai dimensi lebih kecil dan lebih ringan sehingga mudah untuk dibawa kemana saja. Robot ini dilengkapi dengan empat flippers yang dapat bergerak secara independen, tidak hanya dapat berjalan di atas tanah yang datar saja tetapi bisa juga untuk menaiki atau menuruni tangga dengan slope 45 derajat.

Menurut Dr Eng Estiko Rijanto, peneliti Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI, untuk menyempurnakan kinerja mobil robot ini perlu adanya inovasi serta kreasi baru yang dikembangkan oleh para peneliti.

Estiko mengupayakan agar semua onderdil yang dibutuhkan untuk merakit mobil robot ini bisa didapatkan dari produk-produk lokal.

Untuk masalah harga, mobil robot yang dikembangkan sejak 2004 dan berlanjut pada 2010 ini bisa lebih murah 50 persen dibandingkan dengan mobil penjinak bom impor yang mencapai harga sekitar Rp 1 miliar per unitnya.

Morolipi V.2 diaplikasikan untuk mensubstitusi robot-robot impor yang digunakan TNI dan POLRI, mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri dalam hal teknologi pertahanan, dan dapat didiversifikasikan untuk aplikasi mobile robot lainnya.

Lalu, keunggulan apa saja yang bisa didapatkan oleh pengguna mobil robot ini? Keunggulannya antara lain perancangan berbasis pesanan sesuai kebutuhan pengguna, memaksimalkan potensi dalam negeri, serta perbaikan dan perawatannya lebih mudah dilakukan karena merupakan produksi dalam negeri.

Ditambah mampu melewati tanggul dan tangga dengan slope 160 dan bisa untuk memotong kabel berdiameter 3 mm untuk menjinakkan bom.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini