Menang Lawan Genoa, Lazio Bayangi Juventus di Puncak Klasemen

Baca Juga

MATA INDONESIA, GENOA – Perburuan gelar scudetto Liga Italia tahun ini semakin seru. Salah satunya Lazio yang membuntuti Juventus di puncak klasemen sementara.

Dalam laga pekan ke-25, Lazio mengamankan tiga poin penuh dari lawatan ke kandang Genoa setelah menang 3-2 di Stadion Luigi Ferraris, Minggu 23 Februari 2020. Adam Marusic, Ciro Immobile dan Danilo Cataldi masing-masing mencetak satu gol untuk kemenangan Lazio.

Sedangkan tuan rumah cuma bisa membalas melalui Francesco Cassata serta eksekusi penalti Domenico Criscito, demikian catatan laman resmi Liga Italia. Kemenangan itu membuat Lazio yang berada di posisi kedua dengan koleksi 59 poin terus membayangi Juventus (60) yang berada di puncak klasemen, sementara Genoa (22) tertahan di zona degradasi tepatnya di urutan ke-18.

Jalannya pertandingan, Lazio unggul cepat saat pertandingan baru berjalan dua menit dan Marusic menyelesaikan umpan kiriman Felipe Caicedo demi menyarangkan bola ke langit-langit gawang.

Genoa hampir segera membalas, tetapi tembakan jarak jauh Lasse Schoene yang mengarah ke pojok kiri atas gawang masih bisa ditepis oleh kiper Thomas Strakosha, Skor 1-0 untuk Lazio bertahan hingga turun minum dan penyerang tersubur di daratan Eropa saat ini, Immobile, menggandakan keunggulan tim tamu enam menit memasuki babak kedua.

Enam menit kemudian, Genoa sempat membalas ketika umpan Peter Ankersen bisa diselesaikan oleh Cassata, tetapi Lazio kembali menjauh saat Cataldi mengeksekusi bola tendangan bebas melewati pagar hidup dan menyarangkannya ke pojok kiri atas gawang pada menit ke-71.

Kedua tim saling serang dan Genoa memperoleh hadiah tendangan 12 pas pada menit ke-87 menyusul pelanggaran handball Manuel Lazzari di dalam kotak penalti yang dikonfirmasi oleh VAR.

Criscito yang jadi algojo melakoni tugasnya dengan baik memperkecil ketertinggalan Genoa 2-3, tapi skor itu bertahan hingga peluit tanda laga usai berbunyi memastikan kemenangan bagi Lazio.

Susunan pemain:

Genoa (3-5-2): Mattia Perin; Davide Biraschi, Adama Soumaoro, Andrea Masiello; Peter Ankersen (Iago Falque), Valon Behrami, Lasse Schoene, Francesco Cassata, Domenico Criscito; Andrea Favilli (Goran Pandev), Antonio Sanabria (Mattia Destro)
Pelatih: Davide Nicola

Lazio (3-5-2): Thomas Strakosha; Patric, Denis Vavro, Stefan Radu; Adam Marusic, Sergej Milinkovic-Savic, Lucas Leiva (Danilo Cataldi), Luis Alberto, Jony (Manuel Lazzari); Felipe Caicedo (Joaquin Correa), Ciro Immobile
Pelatih: Simone Inzaghi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini