Membangkang! Freeport Tetap Beroperasi Walau 51 Karyawannya Positif Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak mengubris desakan pemerintah untuk menutup operasional sementara di dataran tinggi Tembagapura. Hal ini sebagai imbas penyebaran virus corona yang menginfeksi 51 karyawan. amun, hal intruksi itu tak digubris.

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak, menjelaskan, meski ada yang positif corona, PTFI tetap melanjutkan operasional dengan prosedur keamanan Covid-19.

“Kalau tutup akses sebenarnya tidak masalah. Tapi, kalau tutup operasi, itu tidak ada pilihannya di kami,” kata Orias dalam diskusi virtual, Jumat 15 Mei 2020.

Dia berujar, saat ini perusahaan sudah menerapkan protokol kesehatan untuk menjamin karyawannya tidak terpapar virus. Tes yang dilakukan pun bisa diketahui hasilnya sehingga jika memang ada yang terinfeksi lagi, yang bersangkutan tentu akan ditangani secara khusus.

Adapun operasional di Tembagapura juga dibatasi untuk penyaluran logistik. Bahkan, dia mengatakan, hasil operasi pada kuartal I ini justru lebih bagus, di atas 100 persen.

Meski begitu, dia tidak dapat mengelaborasi angka pastinya. “Ya di atas 100 persen, di atas sedikit, tidak lebih dari 1 persen tapi sudah bagus banget. Ini tembaga dan emas. Kita cuma dapat laporannya dari pusat,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini