Mayoritas Masyarakat Papua Lebih Mencinta NKRI Ketimbang KST Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yakin kebanyakan Orang Asli Papua (OAP) sangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan masyarakat yang mendukung KST Papua hanya segelintir.

“KST Papua KKB hanya sedikit sekali tapi yang lebih cinta kepada bangsa Indonesia itu lebih banyak di Papua,” katanya, dikutip Jumat 26 November 2021.

Untuk itu, ia meminta seluruh pasukan TNI AD memberikan perlindungan kepada masyarakat di sana, termasuk Mama dan kaum milenial Papua.

“Oleh karenanya, lindungi mereka masyarakat Papua khususnya mama Papua, ade-ade dan kaum milenial, umumnya seluruh warga Papua,” ujarnya.

Pasukan TNI AD di Papua juga harus menjadi bagian dari solusi atas permasalahan dan hambatan yang dihadapi oleh masyarakat Papua.

“Sayangi mereka, makanya saya bekali mereka dengan bibit pertanian, bibit peternakan untuk membantu mereka yang di pegunungan, di pedalaman dan bantu kesehatannya. Banyak program-program dilaksanakan nantinya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih Tumbuh dari Kebutuhan Warga

Oleh: Yusuf Rinaldi*Pembangunan ekonomi desa terus menjadi prioritas pemerintah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintahmemastikan petani memperoleh pupuk tepat waktu, ibu rumah tangga menikmatiharga sembako yang terjangkau, pelaku usaha mikro memiliki akses pasar yang lebih luas, serta masyarakat desa semakin mudah menjangkau layanan keuangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen tersebutdiwujudkan melalui penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkankesejahteraan, memperkuat kemandirian desa, dan mendorong pemerataanpembangunan sesuai potensi masing-masing wilayah.Keseriusan itu tampak jelas sejak awal. Dalam rapat terbatas bersama...
- Advertisement -

Baca berita yang ini