Datang ke Mimika, BIN Beri Vaksinasi untuk 185 Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, MIMIKA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda Papua menggelar kegiatan vaksinasi massal lanjutan di Mimika, Jumat 26 November 2021. Kegiatan tersebut yang berlangsung di 2 titik lokasi yaitu Rumkitban 17.08.01 Trikora dan Kantor Dinkes Mimika.

Ketua Tim Vaksinator Markus menjelaskan bahwa vaksinasi ini digelar dalam rangka mendukung program pemerintah pusat memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan untuk mengejar capaian herd immunity.

“Total keseluruhan peserta yang divaksin sebanyak 185 orang, dimana tahap 1 sebanyak 88 orang dan tahap 2 sebanyak 93 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya selalu berusaha agar seluruh masyarakat di Mimika sudah bisa tervaksin secara 70 persen sebagai syarat terbentuknya Herd Immunity atau kekebalan tubuh terhadap corona.

Markus pun menyampaikan terima kasih atas partisipasi peserta yang hadir untuk melaksanakan vaksinasi ini.

“Saya juga mengimbau kepada seluruh peserta yang hadir, agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat guna terhindar dari virus Corona dan menjaga diri serta keluarga dirumah,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini