Masyarakat Antusias Ikut Vaksinasi BIN di Manokwari Selatan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANOKWARI – Badan Intelijen Negara (bin) Daerah Papua Barat atau Binda Papua Barat menggelar vaksinasi massal di di Pendopo Kabupaten Manokwari Selatan, Senin 13 Desember 2021.

Kaposda BIN Manokwari Selatan Harry Azhar mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menghalau penyebaran varian baru Omicron yang lebih mudah menular.

“Binda Papua Barat terus menggencarkan vaksinasi massal. Agar lebih optimal kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat,” katanya.

Dia mengatakan dengan adanya percepatan vaksinasi, masyarakat bisa terlindung dari penularan Covid-19. “Ayo terus sukseskan vaksinasi untuk Papua Barat Sehat, Manokwari Selatan kuat,” ujarnya.

Masyarakat yang mengikuti vaksinasi di Manokwari pun sangat antusias. Cindy seorang siswi SMAK Villanova Kabupaten Manokwari mengungkapkan terima kasih atas pelaksanaan vaksinasi yang digelar Binda Papua Barat.

“Terima kasih Bapak Presiden Jokowi, Bapak Kepala BIN Budi Gunawan. Kami sudah divaksin dan kami rindu sekolah,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini