Mantul, Jadi Biang Kerusuhan, Seluruh Pegawai dan Kepala LP Langkat Dinonaktifkan Menteri

Baca Juga

MINEWS.ID, LANGKAT – Seluruh pegawai termasuk kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Langkat dinonaktifkan.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly membenarkan sering terjadi penganiayaan serta pungli (pungutan liar) terhadap para napi terutama dalam pengurusan remisi. Hal inilah yang juga menyulut kemarahan para napi sehingga terjadi kerusuhan yang menghancurkan bangunan LP beberapa hari lalu.

“Bukan hanya Kalapas, tapi seluruh pegawai yang ada di sini diangkut. Nanti dilihat ke mana mereka ditempatkan. Jangan dulu masuk ke Lapas, ini orang berbahaya kalau ditaruh ke situ, buat penyakit,” ujar Yasonna saat meninjau langsung kondisi Lapas Langkat, Sabtu 18 Mei 2019.

Yasonna juga memuji penggeledahan narkoba di LP tersebut tidak boleh berhenti dan harus ditindak.

Namun, untuk memaksa napi pengguna narkoba dipaksa mengungkapkan jaringan bisnisnya dengan disertai penganiayaan, itu tidak benar. Tindakan itu lah yang membuat warga binaan memendam emosi.

Dia mengaku sudah berulangkali mengingatkan pegawai lapas dan rutan soal itu, tetapi masih saja ditemukan pegawai yang melakukan pelanggaran sehingga memicu kerusuhan di dalam lapas.

Pasca-kerusuhan, warga binaan sendiri menyampaikan 20 tuntutan yang ditulis tangan dalam dua kertas. Yasonna mengaku tuntutan para penghuni lapas ini akan dievaluasi secara bertahap.

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini