Mantap Mantap Sama Cewe Karaoke, Bupati Boven Digoel Tewas di Jakarta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA - Bupati Boven Digoel Papua Benediktus Tambonop alias Benny ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin 13 Januari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

Menurut informasi yang diterima Mata Indonesia News/Minews.id, Benny tewas akibat serangan jantung. Ia juga diketahui sedang berada dengan seorang wanita penghibur alias PSK di dalam kamar hotel tersebut.

Benny datang ke Jakarta sebagai peserta Rakernas dan HUT PDIP. Hal itu terbukti dari ditemukannya kartu tanda peserta rakernas tersebut.

Sementara perempuan yang bersama Benny di kamar hotel itu bernama Mirnawati. Ia adalah karyawan tempat hiburan billiard ‘After Hour’ yang berada di lantai dua gedung Sarinah.

Dari keterangan yang dihimpun, menurut keterangan Mirnawati sebagai saksi, ia baru pertama kali bertemu Benny, yang kemudian mengajaknya minum wine dan bersedia diajak ke hotel tempat bupati tersebut menginap.

Kemudian, di dalam hotel terjadi transaksi. Mirnawati diberi uang Rp 10 juta. Keduanya tiba di hotel sekitar pukul 04.00 WIB dinihari, diantar oleh pria bernama Mansur yang merupakan sopir Benny.

Di dalam kamar hotel, keduanya kemudian melakukan hubungan seksual sebanyak satu kali. Tiba-tiba sekitar pukul 05.00 WIB dinihari, Benny tiba-tiba terjatuh di lantai dan tak sadarkan diri. Mirnawati segera memanggil petugas hotel, yang kemudian membawa bupati tersebut ke RS Mitra Kemayoran.

Sayangnya, setiba di RS, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Tak ada tanda-tanda penganiayaan ditemukan pada jenazah Benny.

Kasus ini sudah ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Belum ada kabar selanjutnya mengenai kapan jenazah Benny akan dibawa balik ke kediamannya di Boven Digoel, Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini