Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa dengan Magnitudo 6,4 Minggu Dini Hari

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,4 terjadi di Maluku Tenggara Barat (MTB), Minggu dini hari pukul 02.53 WIB.

Gempa berkekuatan seperti itu bisa merusak rumah seperti gempa dengan magnitudo 6,2 di Banten Agustus lalu.

Memang tidak mampu meluluhlantakkan sebuah rumah, namun pada umumnya sanggup merubuhkan tembok rumah atau setidaknya bisa membuat retakan menganga.

Melalui laman resminya, BMKG menyatakan gempa di MTB tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Pusat gempa diketahui berada pada jarak 165 kilometer arah barat laut Kabupaten MTB pada kedalaman 11 kilometer atau termasuk gempa dangkal. BMKG memperingatkan potensi adanya gempa susulan.

Hingga tulisan ini dibuat belum ada laporan kerusakan atau korban manusia akibat gempat tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pembangunan Infrastruktur Sekolah Rakyat jadi Tonggak Pemerataan Pendidikan

Oleh: Didin Waluyo)* Komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam mewujudkan akses pendidikanyang lebih merata terlihat semakin nyata. Pemerintah akhirnya menetapkanDesember 2025 sebagai titik awal pembangunan Infrastruktur Sekolah Rakyat.  Langkah ini dipandang sebagai dorongan baru untuk menegaskan bahwapendidikan tidak boleh menjadi hak istimewa bagi segelintir kelompok saja.Pembangunan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa negara mulai menempatkankualitas dan aksesibilitas pendidikan sebagai prioritas utama.  Pembangunan infrastruktur ini masuk dalam pembangunan tahap II yang dilakukandi 104 lokasi di seluruh Indonesia. Dengan memulai proyek pada akhir 2025, pemerintah ingin memastikan bahwa percepatan pembangunan dapat segeradirasakan oleh masyarakat luas. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, Pembangunan Sekolah Rakyat Adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangunsumber daya manusia yang unggul. Ia menjelaskan bahwa Pembangunan tahap II dilakukan guna memperluas akses Pendidikan berkualitas bagi anak-anak darikeluarga kurang mampu.  Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian PU, total anggaran yang dialokasikan untuk percepatan pembangunan Sekolah Rakyat ini sebsar Rp20 triliun, yang mana biaya pembangunan diperkirakan Rp200 miliar per sekolah. Sementara itu 104 lokasi yang tersebar antara lain, 27 lokasi di Sumatera, 40 lokasidi Jawa, 12 lokasi di Kalimantan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini