Makin Marak, Kampanye Dukung Khilafah di Kampung dan Kota Harus Ditindak Tegas dan Keras

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Maraknya kampanye khilafah di berbagai wilayah, bahkan hingga ke kampung-kampung belakangan ini tidak boleh dibiarkan

Praktik kampanye yang menggunakan iring-iringan sepeda motor keliling kota dan kampung itu harus segera ditindak keras serta tegas.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB), Rudi S Kamri dalam pernyataanya, Selasa 31 Mei 2022.

“Sekali lagi saya minta kepada Presiden, Kapolri dan Panglima TNI, mari kita bertindak tegas dan keras. Kalau tidak, mereka akan berkembang biak dan merajalela, serta semakin banyak rakyat yang disesatkan,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, tindakan itu bukan lagi sekadar wacana tetapi merupakan bentuk hasutan kepada masyarakat agar melakukan hal yang dilarang negara.

Apalagi fenomena ini terjadi menjelang tahun politik 2024 saat Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan umum serentak terhadap pemilihan presiden.

Aksi para pengusung khilafah tersebut akan menarik perhatian para politisi busuk untuk dijadikan kendaraan politik.

Maka mereka akan cenderung diam saja menunggu saat yang tepat untuk merangkulnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini