Lonjakan Covid-19 Mengkhawatirkan, Penularan Harus Segera Dihentikan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia sangat mengkhawatirkan dengan angka penambahan dalam 24 jam terakhir lebih dari 20 ribu kasus. Laju penambahan pun semakin cepat, sehingga harus segera dihentikan.

Dalam pesan yang dilihat Mata Indonesia News, Kamis 24 Juni 2021, edukator Covid19, dr. RA Adaninggar menyatakan penambahan 1 juta kasus yang terakhir tercapai hanya dalam waktu 5 bulan.

Itu dua kali lebih cepat saat kasus Covid19 Indonesia mencapai angka 1 juta pertamanya yaitu dalam waktu 10 sampai 11 bulan.

“Yuk introspeksi lagi, jangan sampai postingan ini akan berulang lagi dalam pencapaian kasus 3 juta yang mungkin bila kondisi ini kita biarkan, bisa jadi akan kita capai 2-3 bulan lagi,” ujar perempuan dengan panggilan Dokter Ning itu.

Dia juga mengingatkan semua pihak terutama pemerintah agar mengubah perilaku bangsa kita, meningkatkan literasi masyarakat soal Covid19.

Protokol kesehatan masyarakat harus diperketat, menjaga kesehatan dan mendukung program vaksinasi.

Itu saja yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat untuk membantu pemulihan dan pengendalian pandemi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini