Lima Jalur Masuk Perguruan Tinggi Selain UTBK dan SBMPTN 

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ujian Tulis berbasis komputer alias UTBK tahun 2022 gelombang pertama telah dibuka dan sudah berjalan sejak 17 Mei 2022 hingga 23 Mei 2022 mendatang. Pelaksanaan UTBK menjadi syarat utama bagi siswa lulusan SMA/SMK/MA serta Paket C untuk masuk ke perguruan tinggi negeri jalur SBMPTN. Namun ada beberapa jalur masuk PTN selain UTBK dan SBMPTN.

Berikut 5 jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri tahun 2022 :

1. SNMPTN
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan salah satu jalur paling terkenal untuk masuk PTN. Seleksi ini dikenal dengan seleksi melalui jalur undangan. Penilaian SNMPTN berdasarkan prestasi yang diraih, portfolio, nilai akademik dan akreditasi pelajar yang mengikuti seleksi.

2. SBMPTN
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri jalur masuk perguruan tinggi menggunakan nilai skor UTBK dan portfolio. Untuk itu, para peserta yang hendak mengikuti SBMPTN harus mengikuti UTBK terlebih dahulu.

3. Seleksi Mandiri
Seleksi mandiri merupakan jalur masuk perguruan tinggi yang dilaksanakan tersendiri oleh setiap PTN. Persyaratan ujian mandiri berbeda tergantung kebijakan setiap PTN yang mengadakan seleksi mandiri. Informasi mengenai syarat dan kebijakan dapat diperoleh melalui website setiap PTN.

4. SNMPN
Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) adalah jalur seleksi melalui undangan pada calon mahasiswa yang hendak melanjutkan pendidikan di bidang vokasi dan politeknik se indonesia.

5. Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kedinasan
Bagi pelajar yang minat masuk perguruan tinggi kedinasan maka lembaga perguruan tinggi memberi fasilitas melalui Tes Masuk sekolah kedinasan yang terdiri dari Tes Kemampuan dasar (TKD), test kemampuan Akademik (TKA), kemampuan bidang, psikotes, wawancara dan test kesehatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini