Lama Dicari, Astronom Akhirnya Temukan Lubang Hitam Paling Langka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah objek baru berjenis lubang hitam yang langka, akhirnya ditemukan oleh para astronom. Objek ini dinamakan ‘Intermediate Black Hole’ atau lubang hitam dengan massa menengah.

Mengutip Belfast Telegraph, Kamis 2 April 2020, dalam gugusan bintang yang padat gelap itu, Hubble Space Telescope menemukan apa yang selama ini dicari-cari oleh astronom, yang dianggap dapat menambah pemahaman mereka akan fenomena evolusi lubang hitam.

Para astronom meyakini, temuan baru mereka yang lebih kecil dan kurang aktif itu lebih sulit diungkap kebenarannya, dibanding lubang hitam supermasif yang selama ini telah dikenal dunia.

Faktanya, lubang hitam langka ini memiliki daya gravitasi yang lemah, dan tak dapat begitu kuat melahap bintang-bintang lain di jalurnya.

“Lubang hitam dengan massa menengah ini adalah objek yang sulit. Namun sangat penting,” kata peneliti dari University of New Hampshire, Dacheng Lin.

Dalam ebuah makalah yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal Letters, lubang hitam medium khusus ini ukurannya lebih dari 50 ribu kali massa Matahari. Tim tersebut menindaklanjuti data dari Chandra X-ray Observatory NASA dan X-ray Multi-Mirror Mission milik Badan Antariksa Eropa, setelah mereka melihat sinar X yang kuat pada tahun 2006.

“Di sisi lain, penemuan ini membantu kita untuk memahami jenis bintang yang terganggu oleh lubang hitam,” ujarnya.

Para ilmuwan mengatakan bahwa mengkonfirmasikan satu lubang hitam dengan massa menengah membuka jalan bagi kemungkinan banyak lubang lain yang tidak terdeteksi dalam gelap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini