KPU Tetapkan Anggota DPR, Hasilnya Artis Gak Bisa Tandingi Politisi Murni

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan 575 anggota DPR RI terpilih periode 2019 – 2024. Ternyata sejumlah artis yang dijadikan pendulang suara bagi partai politik tidak secemerlang politisi murni, terbukti politisi dengan perolehan suara terbanyak adalah Puan Maharani.

Dari 575 anggota DPR RI terpilih itu, Puan memperoleh 404.034 suara. Sementara dari kalangan artis suara terbanyak diraih Rano Karno sebanyak 274.294 suara.

Keduanya adalah politisi PDI Perjuangan. Puan terpilih dari dapil Jawa Tengah V, sedangkan Rano Karno dapil Banten III.

Sementara pengumpul suara terbanyak kedua juga berasal dari PDI Perjuangan yaitu Cornelis dari dapil Kalimantan Barat I dengan perolehan 285.797 suara.

Baru diurutan ketiga diperoleh Hidayat Nur Wahid dari PKS, dapil Jakarta II, dengan perolehan 281.327 suara.

Jika ditilik perjalanan karirnya, Rano Karno sebenarnya tidak bisa disebut artis lagi karena dia sudah fokus di dunia politik sejak 2007. Rano tercatat meninggalkan dunia film sejak menjabat wakil Bupati Tangerang pada 22 Maret 2008 – 19 Desember 2011 hingga menjadi Gubernur Banten pada 13 Mei 2014 – 11 Januari 2017. Namun pengalaman politiknya sebenarnya dia mulai sejak menjadi anggota MPR Fraksi Golkar periode 1997 – 1999.

Sementara artis lainnya memperoleh suara lebih kecil dari Rano Karno. Rachel Maryam Sayidina yang diusung Partai Gerindra misalnya hanya mampu meraih 145.636 suara dari dapil Jawa Barat II.

Sedangkan Eko Purnomo atau lebih dikenal dengan Eko Patrio misalnya hanya berhasil memperoleh 104.564 suara saja dari dapil DKI Jakarta I. Jumlah itu yang paling dekat dengan perolehan suara Rano Karno.

Sementara Dessy Ratnasari jauh lebih kecil lagi hanya memperoleh 86.450 suara dari dapil Jawa Barat IV. Padahal baik Rachel, Eko maupun Dessy adalah anggota DPR incumbent atau sudah pernah menjabat pada periode sebelumnya.

Sedangkan artis debutan seperti Krisdayanti dari PDI Perjuangan dan Muhammad Farhan dari Partai Nasdem jauh lebih kecil lagi.

Dari dapil Jawa Timur V, pelantun lagu “Menghitung Hari” itu hanya mampu memperoleh 132.131. suara. Sedangkan, Farhan hanya 52.033 suara dari dapil Jawa Barat I.

Jumlah suara yang dikumpulkan para artis debutan maupun incumbent itu bahkan jauh lebih sedikit dibandingkan posisi 10 politisi murni dengan perolehan suara terbanyak.

Di posisi itu ada Kamarudin Watubun lagi-lagi dari PDI Perjuanga yang mampu mengumpulkan 226.292 suara dari dapil Papua.

Artinya, figur artis benar-benar tidak bisa diharapkan mendulang suara dengan jumlah yang melimpah. Hasilnya justru jauh dari memuaskan, jika dibandingkan perolehan suara politisi murni.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini