Korea Utara Sukses Uji Senjata Baru untuk Tingkatkan Kemampuan Nuklir

Baca Juga

MATA INDONESIA, PYONGYANG – Korea Utara mengatakan telah berhasil menguji senjata baru, yang dikatakan akan secara signifikan meningkatkan kemampuan nuklir taktisnya.

Berdasarkan beberapa foto yang beredar, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un tampak tersenyum dan tepuk tangan saat menyaksikan peluncuran rudal baru.

Para ahli percaya ini adalah tanda bahwa Korea Utara berencana untuk menguji senjata nuklir taktis. Sebelumnya, Korea Utara menghentikan uji coba nuklir pada 2017.

Tahun berikutnya, mereka meledakkan terowongan di situs uji coba nuklir Punggye-ri, dalam sebuah langkah yang dianggap sebagai bagian dari pemulihan hubungan diplomatik dengan Korea Selatan dan AS.

Tetapi, citra satelit baru-baru ini menunjukkan pekerjaan sedang dilakukan untuk memulihkan terowongan tersebut.

“Senjata dengan pemandu taktis tipe baru sangat penting dalam meningkatkan daya tembak unit artileri jarak jauh garis depan secara drastis dan meningkatkan efisiensi dalam pengoperasian nuklir taktis,” tulis kantor berita Korea Utara, KCNA.

“Kim telah memberikan instruksi penting untuk lebih lanjut membangun kemampuan pertahanan dan kekuatan tempur nuklir negara itu.”

Militer Korea Selatan mengonfirmasi bahwa dua rudal, kemungkinan jarak pendek, diluncurkan dari Utara ke laut pada Sabtu 16 April 2022 malam waktu setempat. Amerika Serikat dikabarkan terus memonitor situasi tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini