Konflik AS vs Iran, Seberapa Parah Pukulannya Bagi Ekonomi Dunia dan Indonesia?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kinerja ekonomi global di tahun 2020 diprediksi tidak terlalu menggembirakan yakni sekitar 3,6 persen saja. Efeknya dipengaruhi oleh perang dagang (trade dispute) antara Amerika Serikat dan China yang belum juga kelar, meski ada rencana kedua bela pihak melakukan penandatangan perjanjian fase I.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Jakarta Rosdiana Sijabat. Kata dia, sentimen teranyar yang diprediksi bakal menjadi pukulan tambahan bagi ekonomi dunia, termasuk Indonesia adalah konflik AS dan Iran. Jika konflik ini sampai pada tingkat yang lebih serius, maka akan memperburuk konsumsi, investasi dan mobilitas sumber daya ekonomi secara global.

Hal tersebut juga akan ikut mempengaruhi dan memperlambat perekonomian pada sejumlah negara yang menjadi penyuplai minyak dunia seperti Saudi Arabia, Irak, Kuwait, Iran, UAE dan Qatar.

“Ini menambah petaka baru. Konflik ini juga sudah memicu kenaikan harga minya dunia dan memicu inflasi global,” katanya ketika dihubungi Minews, Senin 6 Januari 2020.

Sementara untuk Indonesia, kata Rosdiana, naiknya harga minyak tentu akan memperlemah purchasing power dari konsumen. Akibatnya, akan ada gangguan secara supply-side dan demand-side.

“Kondisi ini akan berdampak terhadap APBN, jika harga minyak dunia meroket, beban subsidi BBM maupun energi akan naik,” ujarnya.

Maka, antisipasi yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia secara politik yaitu perlu melakukan pendekatan diplomasi untuk mendorong konflik AS dan Iran diredam.

Di sisi lain, kata Rosdiana, memang secara ekonomi, ekspor Indonesia ke negara-negara di Kawasan Timur Tengah tidak terlalu besar.

“Namun tetap saja konflik tersebut akan mengganggu ekspor dan impor Indonesia ke kawasan Timur Tengah, terutama ke Iran. (Karena impor minyak Indonesia sebagian besar masih bersumber dari Timur tengah),” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

ABDUR RAHMAN, KABID PTKP BADKO HMI KALIMANTAN BARAT MENOLAK TAPERA, SEBAB MEMBERIKAN BEBAN TAMBAHAN KEPADA PEKERJA

Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disahkan melalui Peraturan Pemerintah No. 21/2024 sebagai pengganti PP No.25/2020 oleh Presiden RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini