Klub-Klub Besar Tak Lagi Pandang Sebelah Mata Piala Liga

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Piala Liga Inggris biasanya dijadikan prioritas terakhir klub-klub besar Liga Premier Inggris. Jika melihat daftar pemenang dalam satu dekade terakhir, anggapan itu tak lagi berlaku.

Prioritas klub-klub besar Liga Premier Inggris biasanya adalah, Liga Champions/Liga Europa, Liga Premier Inggris, Piala FA, dan terakhir Piala Liga Inggris.

Jika melihat daftar pemenang Piala Liga Inggris dalam satu dekade terakhir, hanya dua tim non-klub enam besar yang menjadi juara, yakni Birmingham City (2011) dan Swansea (2013). Selebihnya, ada nama-nama seperti Liverpoool, Chelsea, Manchester City, dan Manchester United.

Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho membawa timnya lolos ke final setelah mengalahkan Brentford 2-0. Di final, mereka akan menanti pemenang antara Manchester United dan Manchester City yang baru akan bermain dini hari WIB nanti.

Bagi Mourinho, semua kompetisi domestik dianggap penting, termasuk Piala Liga Inggris.

“Jika melihat nama-nama pemenang, Anda menyadari bahwa klub-klub besar juga ingin menjadi juara. Siapa juara terakhir yang bukan berasal dari enam besar Liga Premier Inggris? (Hanya) Swansea,” ujar Mourinho, dikutip dari BBC, Rabu 6 Januari 2021.

“Saya ingat Manchester City beberapa kali menjadi juara, Chelsea juga demikian. Saya ingat Manchester United menjadi juara beberapa kali. Arsenal dan Liverpool juga. Jadi klub-klub besar mulai peduli dengan Piala Liga,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini