Klopp Raih Trofi Pelatih Terbaik Liga Inggris

Baca Juga

MATA INDONESIA, LIVERPOOL – Juergen Klopp dinobatkan sebagai pelatih terbaik Liga Inggris versi Asosiasi Manager Inggris (LMA) usai membawa Liverpool menjadi juara Liga Premier Inggris 2019/20. Trofi ini disebut juga sebagai Sir Alex Ferguson trophy.

Klopp mengalahkan beberapa pelatih Liga Inggris lainnya, seperti Marcelo Bielsa (Leeds United), Gareth Ainsworth (Wycombe), dan Chris Wilder (Sheffield United).

Pelatih asal Jerman itu berhasil menghapus dahaga trofi Liga Inggris dimana terakhir kali dimenangkan pada 1990. Ini juga sekaligus trofi pertama The Reds sejak kompetisi dinamakan Liga Premier Inggris di 1992/93.

“Saya senang mendapat titel ini. Ada banyak legenda Liverpoopl yang meraih trofi ini, seperti Bill Shankly, Bob Paisley, Joe Fagan, dan Kenny Dalglish. Ada Brendan Rodgers juga,” ujar Klopp, dikutip dari Mirror, Selasa 28 Juli 2020.

“Tapi yang paling utama adalah Sir Alex Ferguson. Saya tahu rasanya tak pantas sebagai pelatih Liverpool, tapi saya mengaguminya. Dia pelatih Inggris Raya pertama yang saya temui dan kami sarapan bersama,” tambah Klopp.

“Saya tak yakin apakah dia masih ingat tapi bagi saya pertemuan itu rasanya bagaikan berjumpa Paus. Saya tak pernah berpikir kemudian hari akan memegang trofi Sir Alex Ferguson di tangan saya,” ungkap mantan pelatih Dortmund itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa dan Pentingnya Membaca Kondisi Bangsa Dengan Nalar dan Optimisme

Oleh: Ethan Shabir Uttara *)Gelombang demonstrasi mahasiswa yang mengangkat isu ekonomi kembali hadir dalamruang publik Indonesia. Fenomena ini sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Sejak awalkemerdekaan hingga era demokrasi modern saat ini, mahasiswa selalu menjadi bagianpenting dalam proses kontrol sosial terhadap kebijakan negara. Kritik, protes, dan penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin dalam sistem demokrasi.Namun demikian, dalam isu ekonomi, terdapat satu tantangan yang sering muncul: kecenderungan melihat persoalan dari satu sisi tanpa mempertimbangkan gambaran yang lebih utuh. Padahal ekonomi merupakan bidang yang kompleks, dipengaruhi oleh banyakvariabel domestik maupun global, sehingga membutuhkan pembacaan yang lebihkomprehensif daripada sekadar melihat gejala-gejala yang tampak di permukaan.Belakangan ini sejumlah aksi demonstrasi mengangkat berbagai isu mulai dari kemiskinan, korupsi, program bantuan sosial, hingga berbagai program prioritas pemerintah. Aspirasitersebut tentu patut dihargai. Namun pertanyaan yang juga perlu diajukan adalah apakahnarasi yang berkembang telah mencerminkan keseluruhan realitas yang sedang berlangsung?Dalam sebuah diskusi publik yang membahas hubungan antara gerakan mahasiswa dan kebijakan negara, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengingatkan bahwa demonstrasi mahasiswa adalah bagian yang wajar dalam demokrasiIndonesia. Namun ia juga menekankan pentingnya melihat seluruh aspek secara objektif agar penilaian terhadap kondisi bangsa tidak hanya didasarkan pada satu sudut pandang. Pemerintah, menurutnya, tidak menolak kritik, melainkan berupaya menghadirkan gambaranyang lebih lengkap kepada masyarakat. Dalam konteks ekonomi, pendekatan semacam ini sangat relevan. Sebagai contoh, isukemiskinan sering menjadi bahan kritik. Namun pada saat yang sama, pemerintah juga sedang menjalankan berbagai program yang secara langsung menyasar kelompok masyarakatrentan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, tidak hanya bertujuanmeningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga membangun ekosistem ekonomibaru di tingkat lokal melalui keterlibatan petani, peternak, pemasok pangan, dan pelaku usahakecil di daerah. Demikian pula dengan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling miskin. Program tersebut berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan instrumenpaling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga memperluas akses pendidikan tinggi melalui anggaran KIP Kuliah yang menjangkau lebih dari satu juta mahasiswa. Tentu tidak ada kebijakan yang sempurna. Namun yang perlu dicermati adalah apakahpemerintah menunjukkan kemauan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Dalam kasusMBG misalnya, pemerintah melakukan moratorium penambahan dapur baru untuk fokuspada peningkatan kualitas pelaksanaan program dan efisiensi anggaran....
- Advertisement -

Baca berita yang ini