Sikap Ashanty ke Millendaru Disebut Bikin Transphobia, Dikecam Netizen dan Begini Penjelasannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah lama tak bertemu, Ashanty bertemu salah satu keponakannya, Millen Cyrus atau Millendaru, yang kini memutuskan untuk merubah penampilan menjadi lebih feminin. Hal itu terlihat dari unggahan kanal YouTube The Hermansyah A6.

Sayangnya, konten video YouTube yang berjudul ‘Berharap Datang Keajaiban Untuk Millen,Ashanty Sudah Legowo Dengan Perubahan Drastisnya’ itu menuai kecaman luas dari pendukung kaum transgender. Kecaman ini bahkan ramai dibahas di Twitter.

BACA JUGA: Ashanty Cecar Pertanyaan Soal Potong Kelamin, Millen Cyrus: Diselipin Aja, Ada Triknya

Sikap Ashanty yang terlihat menyudutkan penampilan Millen dianggap sebagai transphobia atau ketakutan berlebih terhadap kaum transgender.

“Anyway, di video tsb, Arsy yang paling baik ke Millen. Arsy muji Millen cantik, padahal Bundanya nanya “tuh liat serem kan?” Face vomitingPouting face. Emang bener gak ada orang yang lahir homophobic, transphobic, dan rasis. Orang yg gak bisa nerima perbedaan tuh karena diajarin,” kata seorang netizen.

Tak hanya itu, banyak komentar di kanal YouTube The Hermansyah yang mendukung Millen.

Lewat kolom komentar dalam postingan Instagram pada Senin (27/7), Ashanty akhirnya buka suara. Dalam postingannya, istri dari Anang Hermansyah itu awalnya menulis caption tentang asumsi yang bisa saja salah karena tidak dipahami dengan benar.

“Jangan banyak berasumsi atas sesuatu yg kita tidak tahu, tidak kita pahami, tidak kita rasakan.. karena berucap lebih mudah dari pd berkaca,” tulisnya.

Dalam kolom komentar, seorang netizen menyinggung tentang LGBT. “Yang menghujat ashanty kaum LGBT,” komentar salah seorang netizen.

BACA JUGA: Anang Hermansyah Disebut Doyan ‘Jajan’ di Bogor, Reaksi Ashanty Jadi Viral di Medsos

Komentar tersebut langsung dibalas oleh Ashanty dengan menjelaskan perkara Millen yang datang ke rumahnya. Ia menjelaskan maksud perkataannya yang menyebut Millen terlihat seram karena penampilannya pasca suntik di bagian wajah.

“Padahal itu milen nya seneng dibercandain begitu hehe di kita udh biasa dan bukan hanya ke dia, ke semua ponakan dan keluarga kl bercanda sama,” tulis Ashanty.

“Apa lg saya bilang milen serem karena terlalu banyak suntikan, jauh lebih menarik sebelum diapa2in wajahnya mereka ngga paham karena bukan folower kita, jadi sekali liat langsung hujat which is hak mereka kan hehe ngga usah ponakan, temen2 aku banyak yg begitu tp hidup nya wajar2 aja.”

Diketahui, dalam video berdurasi 16 menit itu, Millen terlihat mengunjungi kediaman Ashanty setelah menjalani perawatan wajah. Ashanty kaget karena wajah Millen nampak bengkak dan bibirnya juga semakin berubah drastis.

“Suntikannya terlalu banyak. Seram Millen, bukan cantik. Arsya seram gak? Bagusan dulu kan?” tutur Ashanty dikutip IntipSeleb dari video YouTube The Hermansyah A6 pada Senin, 27 Juli 2020.

Aurel Hermansyah yang berada di samping sang bunda menyebut Millen dengan nama ‘Kali Ciliwung’ alih-alih Kylie Jenner. Sepanjang video, Ashanty menasihati keponakannya agar tidak berlebihan merubah wajah.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini