Ketar Ketir, Cina Waswas akan Terjadi Lagi Ledakan Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, BEIJING – Pemerintah Cina sekarang ini sedang ketar ketir dengan semakin melonjaknya penderita Covid-19. Liu Xiaofeng, juru bicara Pemerintah Cina bidang kesehatan, pada Sabtu, 11 Juni 2022, memperingatkan telah terjadi ledakan penularan virus corona di sejumlah bar di Beijing.

Pada Sabtu pukul 3 sore waktu setempat, ada 46 kasus baru positif Covid-19 di wilayah Ibu Kota Beijing, Sedangkan total wilayah keseluruhan Cina pada 11 Juni 2022, ada 275 kasus baru Covid-19

Dari total 275 kasus, sebanyak 134 kasus dengan gejala dan 141 kasus Covid-19 tanpa gejala. Jumlah itu, naik dibanding sehari sebelumnya yang tercatat ada 210 kasus dengan 79 kasus bergejala dan 131 kasus tanpa gejala. Cina membedakan perhitungan kasus Covid-19 yang bergejala dan tidak bergejala.

Total ada 1.946 kasus Covid-19, yang dilaporkan sejak 22 April 2022. Dari jumlah tersebut, 115 kasus tertular dari cluster bar.

Sejauh ini, belum ada laporan baru dari pasien Covid-19 yang meninggal. Dengan begitu, total kematian akibat Covid-19 di Cina sebanyak 5.226 orang.

Sampai Sabtu, 11 Juni 2022, Cina mengkonfirmasi ada 224.781 kasus Covid-19 yang bergejala. Sedangkan untuk wilayah Beijing dilaporkan ada 34 kasus baru Covid-19 yang bergejala atau turun dibanding sehari sebelumnya yang sebanyak 36 kasus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini