Keren! Wanita Indonesia Ini Jabat Direktur Asia-Pasifik Rolls Royce

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Irene Nikkein dipercaya menjabat sebagai Direktur Regional Rolls Royce untuk wilayah Asia-Pasifik yang bertempat di Singapura.

Sebelum dipercaya menjadi Direktur Regional Asia-Pasifik produsen mobil mewah Rolls Royce, Irene bekerja di MINI Jepang sebagai Head of Brand Communication & Product Management.

Irene juga punya pengalaman hampir 15 tahun sebagai senior di BMW Group Asia, termasuk peran sebagai BMW Regional Experiential & Sponsorship Manager dan MINI Regional Marketing Manager.

Rolls Royce menyebut, Irene adalah sosok yang tepat untuk menjabat posisi Direktur Regional Asia-Pasifik.

“Saya senang menyambut Irene Nikkein ke Rolls-Royce Motor Cars sebagai Direktur Regional Asia-Pasifik,” kata Director of Sales and Brand Rolls-Royce Motor Cars, Henrik Wilhelmsmeyer.

“Irene memiliki rekam jejak yang luar biasa dan pengalamannya yang luas, dikombinasikan dengan pengetahuan regional yang luas, membuatnya cocok untuk peran penting ini,” ujarnya.

Niken lulus dengan gelar sarjana di bidang Business Administration (Jurusan Marketing) dengan Distinction dari RMIT University di Singapura.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini