Keren! Ada Layanan Telemedisin Gratis untuk OTG dan Pasien Gejala Ringan Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bagi pasien OTG (Orang Tanpa Gejala) dan gejalan ringan Covid-19, bisa memanfaatkan layanan telemedisin gratis yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggandeng 11 platform telemedisin, untuk menyediakan layanan konsultasi dan obat gratis bagi pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman).

11 Platform telemedisin yang sudah bekerja sama dengan Kemenkes antara lain adalah Alodokter, GetWell, Good Doctor dan GrabHealth, Halodoc, KlikDokter, dan KlinikGo. Kemudian Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

Masuk dalam 11 platform, Head of Medical Management Good Doctor Indonesia dr. Adhiatma Gunawan mengatakan, saat ini Good Doctor telah mempunyai ribuan dokter dan bekerja sama dengan lebih dari 2.000 apotek seluruh Indonesia.

dr. Adhiatma menjelaskan, program pemerintah yang sejak Selasa 6 Juli 2021 diluncurkan ini dapat dimanfaatkan pasien isoman, apabila sejak awal menggunakan layanan tes di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes.

“Jadi memang sebaiknya melakukan pemeriksaan di lab tersebut. Jika misalnya saja positif, anda bisa dapat bantuan gratis dari pemerintah,” katanya.

Jika hasil tes adalah positif covid-19, maka labolatorium yang telah terafiliasi akan mengirimkan data pasien kepada Kemenkes. Data itu disebut sebagai New-all Record (NAR). Kemudian, setelah data masuk ke Kemenkes, maka pasien secara otomatis akan menerima pesan melalui aplikasi Whatsapp.

“Mereka akan dapat kesempatan berkonsultasi dengan tim dokter di salah satu dari 11 telemedisin platform. Nah saya mewakili Good Doctor, kami sediakan fasilitas itu. Itu bentuk kontribusi kita, untuk bantu pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Melalui layanan telemedisin, dokter akan memberikan resep digital sesuai dengan kondisi pasien. Jika pasien masuk dalam kategori yang dapat melakukan isoman, maka obat dapat ditebus secara gratis.

Ada dua paket obat gratis yang disediakan pemerintah, yakni Paket A dan Paket B. Paket A diperuntukkan bagi pasien dengan orang tanpa gejala (OTG). Pasien OTG akan mendapatkan multivitamin C, D, E, dan Zinc. Paket B adalah untuk pasien dengan gejala ringan. Pasien dengan gejala ringan akan mendapatkan obat antivirus, antobiotik, hingga paracetamol.

dr. Adhiatma mengatakan, setelah resep digital diberikan maka pasien dapat mengunggah resep tersebut ke laman resmi Kemenkes, yakni isoman.kemkes.go.id/pesan_obat. Layanan telemidisin dibuka 24 jam.

“Masukkan data, seperti nama, nomor KTP, alamat. Akan diproses satu sampai dua hari, dan semua pengobatan itu akan dikirim oleh Si Cepat, yang merupakan jaringan Apotek Kimia Farma. Pengirimannya gratis, stay di rumah, enggak perlu kemana-mana,” ucapnya.

“Konsep program ini adalah program isoman, yang diperuntukkan untuk OTG dan gejala ringan. Kalau gejala berat harus dirujuk ke RS. Problemnya kini semua RS hampir overload, karena itu kita filter di tengah-tengah, jangan sampai gejala ringan itu berbondong ke rumah sakit, kasian nakes,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini