Kendaraan ke Jakarta Mulai Meningkat, Polri Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mulai Kamis 5 Mei 2022, Polri akan mengelola kendaraan dari timur yang mengarah ke Jakarta agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.

Hal itu diungkapkan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Kamis 5 Mei 2022.

Dirlantas Polda Metro Jaya, memperkirakan sejak Kamis ini sekitar 10 ribu kendaraan per jam akan memasuki Jakarta melalui jalan tol.

“10.000 kendaraan itu harus kita kelola agar tidak menimbulkan kemacetan panjang, ” kata Sambodo.

Dia memastikan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya telah melakukan berbagai persiapan agar arus balik lancar.

Salah satunya, Polri telah menerapkan sistem lawan arus (contraflow) untuk lalu lintas menuju Jakarta karena ada peningkatan jumlah kendaraan.

Pada Kamis ini, rekayasa lalu-lintas itu dilakukan antara KM70-47 arah Jakarta karena peningkatan arus kendaraan sudah terjadi.

Jasa Marga mengimbau pengguna jalan selalu berhati-hati dalam berkendara, menjaga jarak aman, mematuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan.

Informasi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 14080 dan aplikasi Travoy untuk pengguna iOS dan Android.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini