Kenang Ameer Azzikra Saat Hidup, Nadzira Shafa Bakal Tuangkan Dalam Sebuah Novel

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Istri mendiang Ameer Azzikra, Selebgram Nadzira Shafa berniat mengabadikan kenangan 172 hari mendampingi suaminya dalam bentuk novel. Keinginannya itu ia tuliskan di Instagram Storynya, Selasa, 7 Desember 2021. 

Perempuan berusia 20 tahun ini menuliskan kalimat, “172 days.” Di bawahnya, ia menuliskan niatnya. “InsyaAllah…dengan izin Allah…. Aku berniat untuk menumpahkan kisah cintaku yang luar biasa bersama bang Amer dalam sebuah novel yang berjudul (172 Days). Doain ya teman-teman untuk kelancaran semuanya,” tulisnya. 

Ameer Azzikra, putra ulama, Arifin Ilham meninggal dalam usia 20 tahun pada 29 November 2021 karena infeksi liver dan paru-paru. Penerus Arifin untuk mengelola pesantren Azzikra bersama kakaknya, Alvin Faiz itu sempat mengalami koma sehari sebelum meninggal. 

Nadzira dan Ameer menikah pada 10 Juni 2021. Meski singkat, Nadzira merasa sangat bahagia. “Allah lebih sayang Abang ternyata… Selamat jalan Muhammadku. 172 hari yang aku lalui bersamamu sangat membuatku bahagia. Terima kasih telah meminangku menjadi Khadijahmu…Aku bahagia. Love you @ameer_azzikra,” tulisnya saat menuliskan kalimat perpisahan untuk suaminya. 

Dalam unggahan-unggahannya setelah Ameer meninggal, Nadzira menuliskan kalimat-kalimat puitis. Kalimat-kalimat ini kemudian diviralkan oleh para sahabatnya.

“Tetaplah indah walau rapuh. Karena dengan keindahan, akhlaq serapuh apapun kamu, yang terlihat hanya kuatmu,” tulisnya dan terus diviralkan sahabat-sahabatnya yang terus memberikan dukungan. 

Nadzira mengakui, menuliskan kenangan hidup bersama suaminya selama 172 hari itu terasa berat. “Menulis, mengingat, ketawa, menangis. Tiap kata tiap rasa yang kupanggil keluar untuk membentuk sebuah tulisan, selalu mengundang air mata yang dalam,” tulisnya dalam unggahan di Instagram Storynya, kemarin. 

Tapi, Nadzira Shafa berusaha untuk kuat. Ia yakin kebahagiaan akan menjemputnya, seperti yang dituliskan dua hari lalu. “Tahun ini membuat kamu kuat. Tahun depan akan membuatmu bahagia. Insyaallah,” tulisnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini