Oleh : Yohanes Wandikbo )*
Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua terus menunjukkan arahpembangunan yang semakin tepat sasaran. Pemerintah tidak hanya membangun infrastrukturuntuk memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga memastikan manfaat pembangunandapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi rakyat dan ketahanan pangan. Kabupaten Nabire menjadi salah satu daerah yang memperlihatkanbagaimana PSN mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat.
PSN di Papua dirancang sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataanpembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua. Selamabertahun-tahun, tantangan pembangunan di Papua tidak hanya berkaitan dengan akseswilayah, tetapi juga keterbatasan ekonomi masyarakat lokal. Karena itu, pemerintah kinimenempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan PSN agar pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomirakyat.
Di Nabire, dampak PSN mulai terlihat dari tumbuhnya sektor usaha produktif masyarakat, khususnya pada bidang peternakan dan ketahanan pangan. Program pemerintah yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi lokal berhasil membuka peluang usaha baru bagimasyarakat asli Papua. Kondisi tersebut menjadi perkembangan penting karena masyarakatkini semakin terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi produktif yang berkelanjutan.
Pelaku UMKM peternak ayam petelur, Kuryana Ramande, menjadi salah satu contohbagaimana PSN mampu mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat Papua. Usaha yang dijalankan sejak membantu keluarga pada 2022 hingga berkembang secaramandiri pada 2024 memperlihatkan adanya perubahan pola pikir masyarakat untuk lebihberani membangun usaha sendiri.
Pada awal menjalankan usaha, masih terdapat keraguan terhadap kemampuan masyarakat asliPapua dalam mengelola usaha peternakan modern. Namun melalui dukungan program pemerintah dan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat, usaha tersebut berkembang dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
Usaha peternakan ayam petelur yang dijalankan kini tidak hanya menjadi sumber pendapatankeluarga, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. Sejumlah wargaasli Papua ikut bekerja dalam pengelolaan peternakan, distribusi telur, hingga kegiatan usahalainnya yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah tersebut.
PSN juga semakin diperkuat melalui program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis yang dijalankan pemerintah. Program tersebut memberikan dampak ekonomi langsungkarena meningkatnya kebutuhan bahan pangan lokal, termasuk telur yang diproduksipeternak di Nabire. Situasi ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah mampumenciptakan hubungan yang saling menguatkan antara program sosial dan pertumbuhanekonomi masyarakat.
Selain sektor peternakan ayam petelur, pemerintah juga memberikan bantuan pengembanganusaha produktif lainnya seperti budidaya ikan dan peternakan babi. Bantuan berupapembangunan kolam ikan, renovasi kandang, bibit ternak, hingga alat pertanian menjadibentuk nyata dukungan pemerintah terhadap masyarakat Papua agar mampu membangunkemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Nabire, Karel Misiro, menilai bantuanpemerintah pusat sangat membantu masyarakat adat dalam memperkuat ketahanan pangandan meningkatkan ekonomi keluarga. Bantuan yang diberikan dinilai langsung menyentuhkebutuhan masyarakat karena dapat digunakan untuk kegiatan usaha produktif yang memberikan manfaat jangka panjang.
Pendekatan pembangunan yang melibatkan tokoh adat juga menjadi faktor penting dalamkeberhasilan PSN di Papua. Pemerintah memahami bahwa masyarakat Papua memiliki ikatansosial dan budaya yang kuat sehingga pelibatan lembaga adat menjadi langkah strategis agar pembangunan dapat berjalan efektif dan diterima masyarakat dengan baik.
Bupati Nabire, Mesak Magai, menilai pelaksanaan PSN di Nabire telah memberikan dampakpositif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah dinilai berhasil membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuatketahanan pangan masyarakat lokal.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Meepago, Wolter Belau, menyampaikan apresiasi kepadapemerintah pusat atas dukungan bantuan modal usaha dan pemberdayaan ekonomimasyarakat Papua. Dukungan tersebut dinilai membantu masyarakat adat dalam membangunusaha mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Keberhasilan PSN di Nabire menunjukkan bahwa pembangunan yang berpihak kepadamasyarakat mampu menciptakan perubahan nyata. Ketika masyarakat lokal memperolehakses bantuan usaha, dukungan produksi, serta kesempatan terlibat dalam pembangunanekonomi daerah, maka kesejahteraan masyarakat akan tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemerintah juga terus memastikan agar pelaksanaan PSN di Papua dilakukan denganpendekatan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Program pembangunan tidak lagi dipandang sekadar proyek jangka pendek, melainkan sebagai upayamembangun fondasi ekonomi yang kuat agar masyarakat Papua mampu bersaing dan berkembang secara mandiri di masa depan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, PSN di Papua kini menjadi simbol percepatan pembangunan yang inklusif. Kehadiran program-program strategis yang langsung menyentuh sektor pangan dan ekonomi rakyat membuktikanbahwa negara hadir untuk mendorong kemajuan Papua sekaligus memperkuat kesejahteraanmasyarakat secara nyata dan berkelanjutan.
)* Penulis merupakan Pengamat Pembangunan Papua

