Kelihatan Polos dan Kalem, Gak Taunya Ini Sosok ‘Mami’ Pemasok Gadis di Bawah Umur ke Buronan FBI Russ Medlin

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah berhari-hari dalam pencarian polisi, sosok “mami” pemasok gadis di bawah umur ke buronan FBI Russ Albert Medlin akhirnya berhasil diringkus. Perempuan 20 tahun bernama Ariyana Ahmad itu ditangkap oleh anggota kepolisian Polda Metro Jaya pada Jumat, 19 Juni 2020.

Ada yang menarik saat proses penangkapan Ariyana. Ketika diciduk polisi perempuan tersebut berpenampilan sangat santun layaknya sosok baik-baik. Ia bahkan menggunakan hijab.

“DPO A (Ariyana) di kasus Medlin sudah tertangkap, baru saja,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, dikutip Sabtu, 20 Juni 2020.

Ariyana sempat terlibat drama kejar-kejaran dengan polisi sebelum akhirnya tertangkap di Kampung Jalupang, Kecamatan Banjarsari, Lebak, Banten.

“Pada saat dilakukan penangkapan dia sempat naik ke atas bukit. Dari Kecamatan Banjarsari naik sekitar empat jam,” kata Yusri.

Untuk diketahui, Ariyana ditangkap karena menyalurkan 3 perempuan di bawah umur untuk disetubuhi oleh buron FBI, Russ Medlin. Sebagai muncikari, Ariyana mendapatkan bayaran sebesar Rp 6,3 juta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini