Kekejian KSP Belum Berakhir, Senin Ini Lukai Tukang Bakso

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kekejian kelompok separatis Papua (KSP) belum berhenti meski aparat gabungan TNI-Polri sudah menguasai markas mereka di Beoga. Minggu 18 April 2021 mereka menganiaya hingga terluka berat seorang pedagang bakso keliling Asep Saputra (50) di Sugapa, Intan Jaya.

Asep yang tubuhnya penuh luka bacok, Senin 19 April 2021 pagi waktu setempat korban sudah dievakuasi ke Nabire untuk perawatan lebih lanjut di RSUD setempat.

Sebelum pembacokan, menurut Dandim 1705 Nabire, Letkol Inf. Benny Wahyudi, Asep menjajakan jualannya di depan kantor kas BPD Sugapa menggunakan sepeda motornya.

“Tiba-tiba muncul dua orang yang diduga anggota KSP langsung melukai Asep dan seketika melarikan diri,” ujar Benny, Senin.

Hingga kini belum diketahui KSP mana yang melakukan tindakan keji tersebut, sedangkan aparat keamanan melakukan penyelidikan.

Asep menambah panjang daftar kekejian KSP sejak minggu lalu saat dua guru honorer ditembak mati di Beoga, sekolah dibakar serta siswa SMA dibunuh dengan keji.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini