Kejam, Puluhan Perempuan Muslim di India Dijual Secara Online!

Baca Juga

MATA INDONESIA, NEW DELHI – Aparat kepolisian India tengah menyelidiki kasus penjualan lusinan perempuan Muslim secara online tanpa sepengetahuan mereka. Para perempuan muslim tersebut mengungkapkan, hal ini terjadi karena Islamofobia tengah tumbuh di India.

Foto lebih dari 80 perempuan Muslim dilaporkan diunggah dalam beberapa pekan terakhir di situs GitHub dengan judul “Sulli deal of the day” atau promo hari ini. Untuk diketahui, “Sulli” merupakan bahasa gaul yang menghina perempuan Muslim.

Ialah Hana Mohsin Khan, seorang pilot maskapai penerbangan, yang menjadi salah satu korban. Ia mengetahui bahwa dirinya “dijual” setelah seorang temannya mengiriminya tweet.

“Gambar keempat adalah milik saya. Mereka benar-benar melelang saya sebagai budak mereka untuk hari itu. Ini membuat saya merinding. Sejak hari itu hingga sekarang, saya terus-menerus marah,” kata Hana Mohsin, melansir Channel News Asia.

Situs tersebut sejatinya tidak benar-benar menjual para perempuan Muslim. Tujuan dari aplikasi ini hanya untuk merendahkan derajat dan mempermalukan para Muslim di Tanah Hindustan.

Banyak di antara 170 juta Muslim India mengatakan mereka merasa seperti warga negara kelas dua sejak partai BJP nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa tahun 2014.

Serangkaian hukuman mati tanpa pengadilan terhadap Muslim oleh massa Hindu atas apa yang disebut perlindungan sapi – hewan suci bagi banyak umat Hindu, dan kejahatan rasial lainnya telah menebarkan ketakutan dan keputusasaan masyarakat Muslim di sana.

Wartawan India Fatima Khan, yang juga termasuk di antara perempuan yang menjadi sasaran GitHub tidak habis pikir dengan kondisi yang tengah terjadi di India saat ini.

“Bagaimana ini bisa diterima? Apa hukuman yang akan dijatuhkan kepada orang-orang yang membuat daftar ini? Pria Muslim digantung, wanita Muslim dilecehkan dan dijual secara online. Kapan ini akan berakhir?” tulis Fatima Khan dalam akun Twitter-nya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini